Kamis, 28 Juli 2022

CONTOH TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

 HUTAN MANGROVE

 

Mangrove adalah jenis tanaman dikotil yang hidup di habitat air payau dan air laut. Mangrove merupakan tanaman hasil dari kegiatan budidaya atau diambil dari alam. Menurut Suprianto (2007) mangrove adalah vegetasi hutan yang tumbuh di antara garis pasang surut tetapi juga dapat tumbuh pada pantai karang, pada daraan koral mati yang di atasnya ditimbuni selapis tipis pasir atau ditimbuni lumpur atau pantai berlumpur. Hutan mangrove adalah salah satu jenis hutan yang banyak ditemukan pada kawasan muara dengan struktur tanah rawa dan/atau padat.

Hutan mangrove merupakan tipe hutan tropika yang khas tumbuh di sepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut, mangrove dapat ditemukan di pantai-pantai teluk yang dangkal. Mangrove tumbuh optimal di wilayah pesisir yang memiliki muara sungai besar. Mangrove juga dapat tumbuh di substrat berlumpur karena memiliki akar-akar khusus yang berfungsi sebagai penyangga sekaligus penyerap oksigen dari udara di permukaan air secara langsung. Tipe perakaran mangrove terbagi menjadi akar tongkat, akar lutut, akar cakar ayam, akar papan, dan akar gantung.

Ada pun vegetasi hutan mangrove dibagi menjadi empat, pertama vegetasi semak yaitu vegetasi yang berasal dari spesies pionir yang berada di pantai berlumpur atau berada di tepi laut. Vegetasi semak mempunyai karakteristik diantaranya adalah tumbuh dengan sangat kuat, mempunyai banyak cabang, tunas anakan, membnentuk rumpun, rimbun dan pendek. Kedua, vegetasi mangrove muda yang dicirkan oleh vegetasi dengan satu lapis tajuk seragam seperti Rizhphora sp walaupun terdapat spesies-spesies pionir lainnya. Ketiga, vegetasi mangrove dewasa tipe ini dicirkan dengan Rhizophora sp yang besar dan tinggi. Keempat yaitu nipah yang dicirikan dengan adanya spesies nipa sebagai spesies utama yang tumbuh di dekat muara dan tempat pertemuan air tawar dan air asin.

Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai hutan mangrove (hutan bakau) terbesar di dunia, yaitu mencapai 8,60 juta hektar, meskipun saat ini dilaporkan sekitar 5,30 juta hektar jumlah hutan itu telah rusak (Gunarto, 2004). Ekosistem mangrove memiliki manfaat eknomis yaitu hasil kayu dan bukan kayu misalnya budidaya air payau, tambak udang, pariwisata, dan lainnya. Mangrove tidak hanya memiliki manfaat ekonimis namun juga memiliki manfaat secara ekologis yaitu berupa perlindungan bagi ekosistem daratan dan lautan seperti dapat menjadi penahan abrasi atau erosi gelombang atau angin kencang. Produk mangrove yang sering dimanfaatkan manusia adalah kayu yang digunakan sebagai bahan bakar, bahan pembuat perahu, pengawet jaring, lem, bahan pewarna kain, dan lain-lain.

Selain itu, manfaat mangrove juga sebagai ekowisata. Ekowisata merupakan paket perjalanan menikmati keindahan lingkungan tanpa merusak ekosistem hutan yang ada. Ekowisata mangrove adalah kawasan yang memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri karena keberadaan ekosistem ini berada pada muara sungai atau estuaria. Vegetasi hutan yang terletak melintang dari arah arus laut merupakan keindahan dan keanekaragaman vegetasi yang berbeda dari formasi hutan lainnya. Terlihat dari keunikan penampakan vegetasi mangrove berupa perakaran yang mencuat keluar dari tempat tumbuhnya. Disamping keindahan vegetasi penyusunannya terdapat pula satwa liar dari kelas Aves, Mamalia, dan Reptilia.

 

 sumber: Rahim, Sukirman dan Baderan, Dewi Wahyuni K. Hutan Mangrove dan pemanfaatannya.2017.Yogyakarta: Deepublish.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAHAN AJAR 3.17. MENGANALISIS PUISI

  A. Identitas Sekolah   Nama Sekolah : SMK Budi Utama Panimbang MATA PELAJARAN : ...