Minggu, 31 Juli 2022

MENGAPA KURIKULUM PERLU BERUBAH?


Belakangan ini ramai pembicaraan mengenai Kurikulum Merdeka. Pelatihan-pelatihan mengenai Kurikulum Merdeka pun banyak kita temui dan ikuti. Bahkan kemdikbudristek sudah memberikan penjelasan-penjelasan mengenai Kurikulum Merdeka di youtube dengan begitu massif.

Pemeo “ganti menteri ganti kurikulum” sering terdengar sepanjang perjalanan sistem pendidikan di Indonesia. Menilik sejarah, selama 76 tahun Indonesia merdeka, kurikulum pendidikan telah berganti sepuluh kali. Mulai dari Kurikulum 76, Kurikulum 2004 atau biasa yang disebut Kuriukulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum 2006 atau Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP), dan terakhir Kurikulum 2013.

Lantas, mengapa kurikulum berubah?

Beberapa hal yang melatarbelakangi beurbahnya kurikulum di antaranya teknologi digital, transformasi budaya, dan profesi baru.

Seperti yang terjadi saat ini, perkembangan teknologi begitu pesat. Jika dulu untuk menanti sebuah kabar dari surat yang dikirim melalui pos membutuhkan berhari-hari untuk dapat menerimanya, saat ini dalam hitungan detik sudah dapat dibaca dan dibalas. Bahkan kita dapat mengetahui seseorang sedang mengetik pesan untuk kita yang terlihat dari tampilan ruang chat.

Hal lain mengenai teknologi digital yang berkaitan dengan pendidikan adalah media pembelajaran yang dapat guru pakai sudah bukan lagi mengunakan karton atau menggunting koran untuk dijadikan kliping. Guru dan siswa dapat menggunakan berbagai aplikasi sebagai media dalam pembelajaran atau pun penugasan. Tentunya hal tersebut karena teknologi digital yang sudah semakin canggih. Terlebih lagi ketika pandemi covid-19, pembelajaran dialihkan pada pembelajaran secara daring. Guru dan siswa dapat melakukan pembelajaran meski tidak bertatap muka. Pandemic pula salah satu yang menjadi latar belakang perubahan kurikulum. Pembelajaran secara daring dianggap memberikan pemahaman yang berbeda pada tiap siswa. Tidak sedikit siswa yang tertinggal dalam pembelajaran yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor salah satu di antaranya adalah adanya siswa yang tidak memiliki sarana dan prasarana yang memadai seperti handphone atau pun jaringan yang sulit dijangkau.

Transformasi budaya menjadi alasan selanjutnya mengapa kurikulum perlu berubah. Masa pandemic covid-19 memoengaruhi tatanan budaya yang selama ini kita jalani. Budaya pagi-pagi dengan rutinitas pergi bekerja ke kantor atau berdagang di pasar kini dapat dilakukan di rumah. Hal ini berkaitan dengan teknologi digital yang berkembang pesat. Barangkali awalnya hanya dilakukan karena untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 namun dari evaluasi tiap kegiatan sehingga berkembang regulasi-regulasi yang mengatur kita untuk dapat bekerja, bersekolah, berdagang, meeting, dan hal lainya secara daring.

Berkembangan teknologi yang pesat dan sedikit banyak berubahnya tatanan budaya memunculkan profesi-profesi baru. Dahulu ketika di masa anak-anak jika ditanya mengenai cita-cita, biasanya akan menjawab guru, dokter, tentara, polisi, dan profesi lainnya. Namun karena berkembangnya teknologi digital yang begitu cepat sehingga memunculkan profesi-profesi baru seperti youtuber, content creator, data analyst, dan profesi lain yang berkaitan dengan teknologi digital.

Maka dari itu, kurikulum perlu berubah karena kebutuhan siswa tidak lagi sama dengan siswa yang dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAHAN AJAR 3.17. MENGANALISIS PUISI

  A. Identitas Sekolah   Nama Sekolah : SMK Budi Utama Panimbang MATA PELAJARAN : ...